DEMO
Hubungi Kami
WhatsApp
Berikut Daftar FAQ yang Tersedia

    Tidak, sekolah yang menjadi intervensi Sekolah Penggerak berbeda dengan sekolah yang menjadi sasaran Program Organisasi Penggerak.

    Pelatih Ahli akan mendapatkan bimbingan teknis selama 144JP yang akan dilakukan secara daring. Adapun materi bimbingan teknis meliputi kebijakan Program Sekolah Penggerak, kurikulum dan pembelajaran dan asesmen, proyek profil pelajar pancasila, karakteristik jenjang satuan pendidikan sekolah penggerak serta keterampilan untuk pendampingan pada sekolah penggerak.

    Pelatih Ahli akan bertugas secara paruh waktu, dengan pendampingan yang akan dilakukan secara daring dan luring yang berupa kunjungan lapangan ke sekolah dampingan.

    Pelatih Ahli Sekolah Penggerak adalah pendamping Kepala Sekolah, Guru/Pendidik PAUD, dan Pengawas Sekolah/ Penilik PAUD untuk mewujudkan sekolah yang berpusat pada murid. Pelatih Ahli mendampingi 3 (tiga) sampai 5 (lima) sekolah dalam 1 (satu) kabupaten, selama minimal 1 (satu) tahun.

    Pelatih Ahli terbuka untuk mendampingi lintas jenjang satuan pendidikan yang terpilih sebagai Sekolah Penggerak di satu kota/kabupaten.

    Ya, setiap Sekolah Penggerak yang terpilih akan didampingi oleh Pelatih Ahli. Adapun rasio antara Pelatih Ahli dan jumlah sekolah dampingannya yakni 1 banding 3-5 sekolah.

    Penentuan lokasi pendampingan akan mempertimbangkan berdasarkan domisili kabupaten/kota asal Pelatih Ahli dengan daerah sasaran. Jika tidak terpenuhi maka, akan didasarkan pada ketersediaan Pelatih Ahli dari kabupaten/kota lain dalam satu wilayah provinsi.

    Sekolah yang menggunakan dan mengembangkan kurikulumnya sendiri atau sekolah yang menggunakan Kurikulum Internasional dalam proses pembelajarannya.

    Bagi guru atau kepala sekolah yang dapat menjadi Pelatih Ahli ialah yang berasal dari sekolah yang mengembangkan kurikulumnya secara mandiri atau yang mengimplementasikan kurikulum internasional.

    Kontrak kerja Pelatih Ahli akan dibuat menyesuaikan tahun anggaran setiap tahunnya.

    Pendaftaran Pelatihan Ahli dimulai dari 27 April - 19 Juni 2021.

    Minimal satu (1) tahun masa penugasan.

    Tidak, untuk unsur akademisi dan pensiunan Kepala Sekolah/ Pengawas/ Widyaswara terbuka dari seluruh wilayah Indonesia.

    Tidak, hanya calon Pelatih Ahli dari unsur pengawas sekolah aktif yang berasal dari 111 kota/kabupaten wilayah sasaran Sekolah Penggerak. Sedangkan untuk calon Pelatih Ahli dari unsur lainnya, terbuka dari seluruh wilayah Indonesia.

    Jika pengawas sekolah yang tergabung dalam komite pembelajaran terpilih sebagai Pelatih Ahli, maka pengawas sekolah tersebut akan berperan sebagai Pelatih Ahli di sekolah tempat penugasannya di samping juga akan tetap melaksanakan tugas kepengawasannya.

    Syarat yang harus dipenuhi oleh Pelatih Ahli adalah dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memenuhi kewajiban laporan pelaksanaan tugas sesuai dengan yang ditentukan.

    Keuntungan menjadi Pelatih Ahli adalah:

    1. Berkontribusi dalam upaya gotong-royong untuk transformasi pendidikan Indonesia
    2. Mendapatkan pengalaman mendampingi para pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru di daerah sasaran Program Sekolah Penggerak
    3. Selama menjalankan tugas mendapatkan apresiasi kerja profesional, biaya transportasi, konsumsi, dan akomodasi jika diperlukan untuk pelaksanaan Lokakarya maupun site visit di daerah sasaran Program Sekolah Penggerak (sesuai kebutuhan)
    4. Mendapatkan sertifikat bimbingan teknis Pelatih Ahli
    5. Kunjungan kerja 4-6 kali dalam satu tahun di sekolah yang didampingi

    Pelatih Ahli akan berperan untuk:

    1. Mendorong kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan sekolah dan pemangku kepentingan di kabupaten
    2. Mengembangkan Komunitas Praktisi Kepala Sekolah, Guru / Pendidik PAUD dan Pengawas Sekolah / Penilik PAUD
    3. Melakukan monitoring kemajuan pembelajaran Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah/ Penilik, dan Guru/ Pendidik PAUD
    4. Mengembangkan kompetensi Kepala Sekolah, Guru / Pendidik PAUD dan Kepala Sekolah/ Penilik PAUD

    Tidak, hanya Pelatih Ahli dari unsur pengawas aktif saja yang harus berasal/bertugas dari wilayah sasaran Sekolah Penggerak.

    Pelatih Ahli yang terpilih akan ditugaskan secara individu pada satuan pendidikan yang berada dalam wilayah sasaran PPPPTK/LPPKSPS.

    Informasi lebih lengkap mengenai sebaran wilayah dapat mengakses sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/programsekolahpenggerak

    Ya bisa.

    Ya, pengawas aktif yang bertugas di 111 kota/kabupaten Sekolah Penggerak.

    Penentuan lokasi pendampingan akan ditentukan berdasarkan domisili asal pelatih ahli dengan kabupaten/kota sasaran. Jika tidak terpenuhi akan didasarkan pada ketersediaan Pelatih Ahli dari kabupaten/kota lain dalam satu wilayah provinsi.

    RPP atau SAP yang dimaksud adalah untuk kebutuhan simulasi melatih dalam proses seleksi sebagai Pelatih Ahli. SAP untuk kebutuhan simulasi melatih berdurasi 10 menit dan dijadikan acuan calon Pelatih Ahli untuk simulasi melatih.

    RPP yang dimaksud di sini adalah Satuan Acara Pelatihan (SAP) yang lingkup materinya ditentukan terkait dengan topik materi kepemimpinan pembelajaran, implementasi pembelajaran, dan supervisi akademik sesuai kebutuhan simulasi melatih dalam proses seleksi sebagai Pelatih Ahli. SAP untuk kebutuhan simulasi melatih berdurasi 10 menit dan dijadikan acuan calon Pelatih Ahli untuk simulasi melatih.

    Pelatih Ahli akan dikoordinasikan oleh UPT Ditjen GTK Kemendikbudristek (PPPPTK dan LPPKSPS).

    Tidak, Pengawas sekolah aktif yang saat ini bertugas di 111 kota/kabupaten wilayah sasaran Sekolah Penggerak bisa mendaftar menjadi Pelatih Ahli. Sedangkan kepala sekolah aktif adalah kepala sekolah yang bertugas di sekolah yang mengembangkan kurikulum mandiri atau kurikulum internasional.

    Ya, Pensiunan Widyaiswara bisa ikut mendaftar sebagai Pelatih Ahli.

    Tidak bisa.

    Ya, bisa dengan melalui unsur praktisi/konsultan pendidikan.

    Penugasan Pelatih Ahli ditentukan oleh Kemendikbudristek berdasarkan lokasi kota/kabupaten sekolah penggerak dan domisili asal pelatih asli.

    Penugasan Pelatih Ahli ditentukan oleh Kemendikbudristek berdasarkan lokasi kota/kabupaten sekolah penggerak dan domisili asal pelatih asli.

    Ya, bisa mendaftar sebagai Pelatih Ahli.

    Tidak ada.

    Ya, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam hal ini bertujuan untuk kebutuhan pada saat seleksi simulasi melatih yang berdurasi 10 menit.

    Ya diperbolehkan, dengan mempertimbangkan kapasitas waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing kegiatan/program.

    Ya bisa, riwayat penelitian mengenai sekolah dapat menjadi salah satu pengalaman yang menunjang untuk mendaftar sebagai Pelatih Ahli.

    Ya, Widyaprada LPMP diperbolehkan untuk mendaftar sebagai Pelatih Ahli.

    Untuk guru, kepala sekolah dan dosen yang terlibat di Program Guru Penggerak bisa mendaftar sebagai Pelatih Ahli dengan memperhatikan kriteria khusus untuk setiap unsurnya.

    Ya, individu terkait dapat mendaftar dengan jalur unsur konsultan/praktisi pendidikan yang direkomendasi dari rekan sejawat.

    Tidak, Pelatih Ahli terbuka untuk seluruh dosen/akademisi.

    Ya, pengalaman sebagai instruktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) dapat dijadikan salah satu pengalaman yang menunjang untuk mendaftar sebagai Pelatih Ahli. Namun, pengalaman tersebut tidak menjadi satu-satunya pengalaman yang menunjang.

    Tidak, untuk dosen/akademisi syarat minimum pendidikannya adalah S2.

    Ya, akademisi dari LPTK Keagamaan diperbolehkan untuk mendaftar menjadi Pelatih Ahli.

    Ya, Perguruan Tinggi dapat mengambil peran dengan melibatkan dosen untuk menjadi Pelatih Ahli.

    Ya bisa, penyelia UKIN dan UP PPG diperbolehkan untuk mendaftar sebagai Pelatih Ahli.

    Batas usia Pelatih Ahli saat pendaftaran minimal adalah 30 tahun dan maksimal 65 (enam puluh) lima tahun

    Pelatih Ahli akan mendampingi 3 (tiga) sampai 5 (empat) sekolah dalam 1 (satu) kabupaten.

    Bagi widyaiswara: jumlah jam saat melakukan kegiatan pembimbingan dan pendampingan dapat diajukan penilaiannya sebagai salah satu unsur angka kredit utama pada unsur Dikjartih PNS, sub unsur Pelaksanaan Dikjartih PNS pada kegiatan:

    • Melaksanakan pembimbingan
    • Melaksanakan pendampingan OL/ PKL/ Benchmarking
    • Melaksanakan pendampingan Penulisan Kertas Kerja/ Proyek Perubahan

    Bagi dosen: jumlah jam saat melakukan pendampingan dapat diajukan penilaiannya sebagai salah satu unsur angka kredit melalui unsur pengabdian masyarakat

    Tugas Pelatih Ahli memiliki fleksibilitas dari sisi pendampingan daring sehingga bisa menyesuaikan jadwal pekerjaan utama. Namun untuk pendampingan luring (mendampingi pengawas sekolah coaching ke kepala sekolah, refleksi dan penguatan pengawas sekolah, menghadiri Forum pemangku kepentingan, dan penguatan komite pembelajaran) harus sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

    Masa kerja pelatih ahli adalah satu tahun. Jika diperlukan pendampingan di tahun kedua dan ketiga pelaksanaan program sekolah penggerak, maka pelatih ahli bisa jadi akan ada rotasi/perpindahan daerah sasaran (sesuai kebutuhan pendampingan)

    Langkah-langkah dan alur pendaftaran calon Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak adalah:

    1. Calon Pelatih Ahli (PA) mendaftarkan diri melalui laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/programsekolahpenggerak
    2. Mengikuti seleksi tahap 1, yakni pengisian biodata diri (CV), pengisian esai, dan unggah dokumen
    3. Jika lulus seleksi tahap 1, maka akan mengikuti seleksi tahap 2 yakni simulasi melatih dan wawancara
    4. Jika dinyatakan lulus seleksi tahap 2: mengunggah surat keterangan sehat jasmani dan rohani
    5. Mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatih Ahli
    6. Jika dinyatakan lulus, akan mendapatkan surat kelulusan Bimtek PA
    7. Mendapatkan SK Penugasan sebagai Pelatih Ahli
    8. Menjalankan tugas pendampingan sebagai PA
    9. Mengikuti kegiatan pengembangan PA (upgrading) secara berkala
    10. Melakukan refleksi akhir program selama 1 tahun penugasan
    11. Selesai bertugas di tahun pertama

    Kriteria Umum Pelatih Ahli adalah:

    1. Warga negara Indonesia
    2. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan sehat dari dokter setelah lolos seleksi tahap 2
    3. Pada saat mendaftar usia minimal 30 (tigas puluh) tahun dan maksimal 65 (enam puluh lima) tahun
    4. Memiliki pengalaman melakukan pendampingan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah minimal 2 (dua) tahun
    5. Terbiasa dengan teknologi (internet dan aplikasi)
    6. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik secara lisan dan tulisan
    7. Memiliki komitmen, semangat perbaikan berkelanjutan, jiwa kolaborasi dan terbuka pada hal-hal baru
    8. Bersedia melakukan kunjungan lapangan sebanyak 4 kali dalam setahun
    9. Tidak memiliki peran sebagai asesor pada Guru Penggerak atau program Sekolah Penggerak
    10. Mengisi pakta integritas

    Kriteria khusus Pelatih Ahli adalah:
    Akademisi (Dosen)

    1. Mempunyai kualifikasi akademik pendidikan minimal S-2
    2. Berstatus dosen tetap ataupun dosen tidak tetap
    3. Mendapatkan izin dari pimpinan untuk membantu Program Sekolah Penggerak yang dibuktikan dengan surat ijin dan surat kesanggupan
    4. Memiliki pengalaman melakukan pendampingan dalam proses peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan/atau kualitas mutu sekolah minimal 2 (dua) tahun)

    Pengawas Sekolah Aktif
    1. Memiliki kualifikasi akademik minimum paling rendah S-1/D-4
    2. Bertugas di 111 kabupaten/kota sasaran sekolah penggerak
    3. Mendapatkan izin dari dinas pendidikan setempat untuk membantu kemendikbud melakukan implementasi program selama 1 tahun

    Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah, Manajemen Sekolah, dan Guru dari Sekolah yang Mengembangkan Kurikulum Satuan Pendidikan Secara Mandiri dan/atau Menggunakan Kurikulum Internasional:
    1. Mempunyai kualifikasi akademik pendidikan minimal S1 / D4
    2. Berasal dari sekolah yang mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri dan atau menggunakan kurikulum internasional
    3. Memiliki pengalaman mengajar minimum 5 tahun
    4. Mendapatkan izin dan direkomendasikan oleh pimpinan sekolah/ yayasan
    5. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengorganisasikan pelaksanaan program dan kegiatan antar sekolah dan pemerintah

    Widyaiswara Aktif
    1. Mempunyai kualifikasi akademik pendidikan paling rendah S2
    2. Memiliki pengalaman paling sedikit 2 (dua) tahun dalam salah satu bidang berikut: pengajaran dan pembelajaran, pengembangan komunitas, literasi, numerasi, pendidikan dasar/menengah/anak usia dini, pengembangan profesi berkelanjutan, asesmen, manajemen dan kepemimpinan sekolah, pendidikan inklusif, dll
    3. Mendapatkan izin dari pimpinan untuk membantu pelaksanaan implementasi program Sekolah Penggerak yang dibuktikan dengan melampirkan surat izin.

    Praktisi/ Konsultan Pendidikan
    1. Mempunyai kualifikasi akademik pendidikan minimal S1 / D4
    2. Memiliki pengalaman paling sedikit 2 (dua) tahun dalam salah satu bidang berikut: pengajaran dan pembelajaran, pengembangan komunitas, literasi, numerasi, pendidikan dasar/menengah/anak usia dini, pengembangan profesi berkelanjutan, asesmen, manajemen dan kepemimpinan sekolah, pendidikan inklusif, dll
    3. Aktif berbagi praktik baik terkait pembelajaran (menulis buku, aktif memberikan pelatihan luring/daring, konten pendidikan di media sosial, dll.) atau pernah mendapatkan penghargaan paling rendah setingkat Kabupaten/Kota
    4. Mendapatkan izin dari pimpinan untuk membantu Kemendikbud dalam implementasi program Sekolah Penggerak selama 1 tahun yang dibuktikan dengan surat izin bagi yang berada di bawah institusi. Membuat surat rekomendasi bagi praktisi/konsultan individu.

    Pensiunan (Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah/Penilik, Guru/Pendidik PAUD, Widyaiswara)
    1. Mempunyai kualifikasi akademik pendidikan paling rendah S1 atau D4
    2. Mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk mengorganisasikan pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat sekolah dan pemerintah daerah
    3. Pernah menjabat sebagai kepala sekolah, pengawas sekolah/penilik, atau widyaiswara yang dibuktikan dengan Surat Keterangan jabatan dari institusi tempat bekerja.

    Kalangan masyarakat yang bisa mendaftar menjadi Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak adalah:

    1. Akademisi (Dosen)
    2. Pengawas Sekolah di Daerah Sasaran Program Sekolah Penggerak angkatan 1 (111 Kab/Kota)
    3. Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, manajemen sekolah, dan guru dari sekolah yang mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri dan atau menggunakan kurikulum internasional
    4. Widyaiswara aktif
    5. Praktisi dan konsultan pendidikan
    6. Pensiunan kepala sekolah, pengawas sekolah/penilik, guru/pendidik PAUD, widyaiswara

    Ya, ada. Pelatih Ahli akan mendapatkan bimbingan teknis selama 144JP dengan metode daring.

    Ruang lingkup yang akan diberikan kepada komite pembelajaran melalui pendampingan yang dilakukan oleh Pelatih Ahli tidak hanya mengenai akademik dan administrasi, melainkan juga kemampuan untuk meningkatkan kompetensi melalui coaching, mentoring dan fasilitasi.

    Ya, Pelatih Ahli diantaranya akan ditempatkan di wilayah 3T (Terdepan,Terpencil, Tertinggal).

    Laporan kerja Pelatih Ahli akan dievaluasi oleh koordinator Pelatih Ahli yang berasal dari UPT Direktorat Jenderal GTK (PPPPTK/LPPKSPS).

    Pelatih Ahli pada saat pelaksanaan tugas pendampingannya akan diberikan panduan untuk memandu pelaksanaan aktivitas implementasi program.

    Tidak ada regulasi atau ketentuan khusus karena penugasan sebagai Pelatih Ahli akan dilakukan secara individu. Pelatih ahli yang terpilih disarankan melapor secara mandiri kepada pimpinan yayasan dan PPPPTK dan LP2KPS.

    Pembagian tugas pendampingan sudah ditentukan sesuai dengan aktivitas pendampingan yang akan dilakukan oleh Pelatih Ahli.

    Pengalaman dalam memberikan pelatihan atau mendampingi guru dan/atau tenaga kependidikan untuk peningkatan kompetensi dan kualitas mutu sekolah.

    Key Performance Indicator utama Pelatih Ahli akan merujuk pada ketercapaian dari proses pendampingan yang dilakukan oleh Pelatih Ahli kepada komite pembelajaran di setiap satuan pendidikan yang menjadi sekolah dampingannya.

    Dalam proses pendampingan ke Sekolah Penggerak dampingannya, Pelatih Ahli akan bekerja secara berkelompok untuk kegiatan yang dilaksanakan di lingkup kabupaten/kota. Namun, Pelatih Ahli juga akan melakukan tugasnya secara individu seperti pada saat melakukan coaching one on one kepada Kepala Sekolah Penggerak dampingannya.

    Pelatih Ahli mendampingi pengawas sekolah untuk melakukan coaching (pendampingan) kepada kepala sekolah dan guru dalam melakukan transformasi pendidikan di sekolahnya.

    Pengajar Praktik Program Guru Penggerak mendampingi calon guru penggerak dalam menjalankan Pendidikan Guru Penggerak selama 9 bulan.

    Lulusan Pendidikan Guru Penggerak baik dari Pengajar Praktik atau Guru Penggerak bisa mendaftarkan diri asal memenuhi kriteria sebagai berikut

    1. Mempunyai kualifikasi akademik pendidikan minimal S1/ D4
    2. Berasal dari sekolah yang mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri dan atau menggunakan kurikulum internasional
    3. Memiliki pengalaman mengajar minimum 5 tahun
    4. Mendapatkan izin dan direkomendasikan oleh pimpinan sekolah/yayasan
    5. Memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mengorganisasikan pelaksanaan program dan kegiatan antar sekolah dan pemerintah

    Calon Pelatih Ahli memerlukan Surat Izin dari pimpinan lembaga di tempat yang bersangkutan bertugas

    Ya. Pelatih Ahli akan mendapatkan Bimbingan Teknis Penugasan sebagai Pelatih Ahli selama 144 jam pelajaran (JP)

    Pelatih Ahli akan mendampingi 3-5 sekolah selama minimal 1 (satu) tahun. Beban kerja setiap Pelatih Ahli tergantung dari jumlah sekolah yang didampingi dan frekuensi kunjungan lapangan yang dilakukan. Berikut simulasi perhitungan beban kerja Pelatih Ahli :

    Wilayah Jumlah Satuan Pendidikan Frekuensi Kunjungan Lapangan/tahun Jumlah JP dalam 1 tahun Rata-rata beban kerja (dalam JP)/bulan
    Non-3T 3 4 kali 424 35
    4 4 kali 448 37
    5 4 kali 472 39
    3T 3 6 kali 484 40
    4 6 kali 508 42
    5 6 kali 532 44

    Pelatih Ahli tidak boleh memilih lokasi penugasan dan jenjang sekolah. Lokasi dan jenjang satuan pendidikan yang akan didampingi Pelatih Ahli ditentukan oleh Kemendikbudristek. Penentuan lokasi pendampingan akan ditentukan berdasarkan letak kedekatan domisili Pelatih Ahli dengan daerah sasaran. Jika tidak terpenuhi akan dilihat dari ketersediaan Pelatih Ahli dari daerah lain.

    Terdapat kuota Pelatih Ahli dalam setiap Kabupaten/Kota, menyesuaikan dengan jumlah satuan pendidikan yang menjadi pelaksana program Sekolah Penggerak di setiap Kabupaten/Kota. Pelatih Ahli mendampingi 3 - 5 sekolah di setiap Kabupaten/Kota.

    Pada angkatan pertama program Sekolah Penggerak, akan direkrut sebanyak kurang lebih 700 Pelatih Ahli yang akan mendampingi 2.500 sekolah pelaksana program Sekolah Penggerak.

    Pelatih Ahli tidak bisa memilih Kabupaten/Kota sasaran. Kabupaten/Kota sasaran ditentukan oleh Kemendikbudristek.

    Pelatih Ahli akan mendapatkan SK penetapan dari Direktur Jenderal GTK, Kemendikbudristek. Selanjutnya Pelatih Ahli akan ditugaskan ke Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah sasaran Program Sekolah Penggerak melalui penugasan dari masing-masing PPPPTK/LPPKSPS.

    Pelatih Ahli akan berkoordinasi dengan koordinator Pelatih Ahli yang telah ditunjuk di setiap PPPPTK/LPPKSPS. Pelatih Ahli di setiap bulannya harus menyerahkan laporan kegiatan ke PPPPTK/LPPKSPS. Koordinator Pelatih Ahli akan melakukan pengecekan laporan kegiatan setiap bulan. Koordinator Pelatih Ahli bertanggung jawab memberikan umpan balik terkait kinerja Pelatih Ahli secara berkala.

    Dalam persiapan kunjungan lapangan, Koordinator Pelatih Ahli bekerja sama dengan komite pembelajaran dalam mempersiapkan teknis penyelenggaraan sebelum kedatangan Pelatih Ahli ke lokasi.

    Setiap kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Pelatih Ahli secara daring ataupun luring akan dipantau oleh Dinas Pendidikan (melalui pengawas sekolah/staf yang ditunjuk) dan oleh Koordinator Pelatih Ahli dari PPPPTK/LPPKSPS.

    Pelatih ahli mendampingi satuan pendidikan pelaksana program sekolah penggerak dengan mekanisme:

    1. Secara daring
      1. Mendampingi Pengawas Sekolah (lokakarya pengawas sekolah)
      2. Memfasilitasi Workshop bulanan dengan perwakilan komite pembelajaran
      3. Melakukan coaching kepada Kepada Kepala Sekolah
    2. Secara tatap muka langsung (luring) atau kunjungan lapang ke satuan pendidikan di kab/kota yang menjadi binaan
      1. Mendampingi Pengawas Sekolah coaching ke Kepala Sekolah.
      2. Memfasilitasi Refleksi dan Pelatihan Penguatan Pengawas Sekolah
      3. Memfasilitasi Forum Pemangku Kepentingan
      4. Memfasilitasi Penguatan Komite Pembelajaran

    Periode pengalaman berbeda-beda untuk masing-masing isian riwayat hidup/CV, batasan waktu yang bisa dimasukkan ke dalam CV diatur sebagai berikut:

    • Pengalaman melakukan Pendampingan & Pembimbingan : 1995 - 2021.
    • Pengalaman berorganisasi : 2010 - 2021.
    • Pengalaman mengikuti pelatihan pelaksanaan pendampingan: 2015 - 2021.
    • Prestasi : 2016 - 2021.

    Calon Pelatih Ahli akan diminta menjelaskan dampak pendampingan/pembinaan/pembimbingan dengan menuliskan secara singkat (maks. 250 kata) untuk setiap pengalaman yang dimasukkan ke dalam daftar riwayat hidup. Calon Pelatih Ahli tidak perlu mengunggah dokumen apapun.

    Tidak ada perbedaan antara pendaftar dari kalangan Dosen PPG dan memiliki Akun SIMPKB dengan pendaftar yang tidak memiliki kualifikasi.

    Kepala sekolah sudah memilik akun sim PKB, yang terkoneksi dengan NUPTK yang bersangkutan, sehingga tidak perlu mengisi, kecuali kepala sekolah dari SPK yg benar2 tidak mempunyai akaun dapodik, mendaftar menggunakan jalur umum.

    Untuk dosen/akademisi yang memiliki akun SIMPKB dapat menggunakan SIMPKB. Namun, jika tidak bisa dapat menggunakan akun dengan email pribadi.

    Kandidat Pelatih Ahli yang tidak memiliki akun SIMPKB dari unsur umum (akademisi, praktisi pendidikan, konsultan pendidikan, pensiunan, dan pengurus yayasan sekolah yang mengembangkan kurikulum mandiri) bisa membuat akun SIMPKB ketika ingin mendaftar dalam sebagai calon Pelatih Ahli.

    Silahkan direset pendaftarannya, pada menu profile → reset pendaftaran.

    Cara yang efektif adalah dengan menyediakan cukup waktu dalam mengerjakan setiap kelompok soal (total 8 kelompok soal). Pastikan menekan tombol SIMPAN, setiap selesai mengerjakan satu kelompok soal. Sebelum menekan tombol SIMPAN pastikan semua isian sudah benar. Pastikan isian esai semua terkait dengan pengalaman pribadi dan bukan isian dalam bentuk plagiarisme.

    Tidak diperbolehkan. Kandidat Pelatih Ahli yang sudah memiliki akun SIMPKB wajib menggunakan akun yang sudah terdaftar.

    Tenaga pendidik yang sudah tidak mengajar dan sudah tidak memiliki akun SIMPKB dapat mendaftar sebagai calon Pelatih Ahli dengan menggunakan pendaftaran untuk calon Pelatih Ahli yang tidak memiliki akun SIMPKB, yang dibuatkan kembali menggunakan email yang bersangkutan.

    Ya, bisa. Pengisian CV dan Esai dapat disimpan untuk setiap bagiannya. Untuk CV setelah kandidat mengisi dan simpan setiap isian bisa ditambah atau diedit kembali sebelum dikirimkan. Khusus untuk pengisian esai yang terdiri dari 8 (delapan) kelompok soal setiap kali kandidat Pelatih Ahli selesai mengisi 1 kelompok soal maka isiannya dapat disimpan dengan menekan tombol SIMPAN. Kandidat diharap memastikan bahwa semua isian sudah lengkap sebelum menekan tombol SIMPAN karena isian tidak akan bisa diedit setelah disimpan.

    Pelatih Ahli mendampingi 3 (tiga) sampai 5 (lima) sekolah dalam 1 (satu) kabupaten, selama minimal 1 (satu) tahun. Namun bisa diperpanjang sampai 3 tahun sesuai dengan periode Sekolah Penggerak selama 3 tahun. Hal ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Pelatih Ahli di sekolah atau wilayah tersebut.

    Asesor Program Sekolah Penggerak tidak bisa mendaftar menjadi Pelatih Ahli.

    Tidak. Anda akan mendapatkan kompensasi pembiayaan yang dibayarkan sesuai jam pelajaran yang dilakukan.

    Pendampingan daring dapat dilakukan secara fleksibel sesuai kebutuhan dan kondisi. Pendampingan langsung dengan kunjungan lapang dilakukan secara terjadwal sesuai kesepakatan.

    Pelatih Ahli akan bekerja untuk daerah sasaran di Sekolah Penggerak selama 1-3 tahun. Proses penugasan mempertimbangkan kebutuhan dan ketersediaan Pelatih Ahli di daerah sasaran. Pelatih Ahli bisa saja bertugas di daerah asal domisilinya namun juga harus siap bertugas di daerah lain.

    Pelatih Ahli yang bertugas di wilayah terpencil (3T) akan melakukan kunjungan lapangan sebanyak 6 kali dalam 1 tahun pelaksanaan program. Di setiap kunjungan lapangan yang dilakukan, Pelatih Ahli akan melakukan kunjungan lapangan sebanyak 30-38 JP.

    Calon instruktur akan mendapatkan STTPP (Surat Tanda Tamat Pendidikan Pelatihan) elektronik yang bisa peserta unduh di SIMPKB masing-masing.

    Pengumuman kelulusan calon instruktur berdasarkan Surat Pengumuman Kelulusan Dir.PPPGTK dan SK penetapan Instruktur Dirjen GTK yang kemudian didistribusikan melalui UPT GTK. yang memenuhi kriteria kelulusan dan dapat diunduh melalui SIMPKB.

    Rubrik yang ada di setiap unit modul tidak akan diakumulasikan menjadi nilai akhir. Rubrik penilaian di setiap unit modul hanya dibuat sebagai alat yang dapat membantu narasumber memberikan umpan balik untuk tugas-tugas yang dikerjakan oleh calon instruktur. Nilai akhir diambil dari rubrik gabungan dan mencerminkan 3 kriteria (keterampilan dengan bobot 70%, pengetahuan dengan bobot 15%, dan kehadiran dengan bobot 15%).

    Rubrik yang ada di setiap unit modul dibuat sebagai alat yang dapat membantu narasumber memberikan umpan balik untuk tugas-tugas yang dikerjakan oleh calon instruktur.

    Narasumber pertama-tama perlu mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab nilai akhir yang didapatkan oleh calon instruktur tidak maksimal. Apabila alasannya bisa diterima narasumber, narasumber bisa mengagendakan penjadwalan tes ulang. Apabila hal di atas tidak memungkinkan, narasumber diperbolehkan untuk merevisi skor pada kriteria keterampilan.

    Calon instruktur harus mendapatkan nilai akhir setidaknya 80,1 untuk mendapatkan predikat lulus.

    Ada 3 kriteria yang diukur pada bimtek calon instruktur:

    • Keterampilan (bobot 70%).
    • Pengetahuan (bobot 15%).
    • Kehadiran (bobot 15%).
    Ketiga kriteria ini diukur dengan menggunakan rubrik gabungan yang sudah terintegrasi di Learning Management System dan diisi oleh narasumber."

    Narasumber memiliki hak untuk memutuskan apakah tenggat waktu pengumpulan tugas bisa ditambah atau tidak untuk calon instruktur yang mengalami kendala dengan mempertimbangkan alasan atas keterlambatan tersebut.

    Calon instruktur melalui admin bisa menginformasikan kendala yang terjadi kepada narasumber sehingga terjadi kesepakatan antara calon instruktur dan narasumber terkait tenggat waktu pengumpulan tugas.

    Penugasan di setiap unit modul dikumpulkan selambat-lambatnya pukul 06:30 WIB pagi di hari berikutnya. Sebagai gambaran, apabila pada hari Selasa terdapat penugasan di unit modul Pendidikan yang Memerdekakan, maka tenggat waktu untuk tugas ini adalah hari Rabu pukul 06:30 WIB.

    Pada sesi asinkronus, narasumber memiliki kewajiban untuk memantau dan memberi umpan balik terhadap pertanyaan-pertanyaan, komentar-komentar, jawaban-jawaban, dan tugas-tugas yang dikerjakan oleh calon instruktur secara menyeluruh. Narasumber juga memiliki kewajiban untuk mengisi lembar observasi yang sudah disediakan di Learning Management System. Aktivitas narasumber pada sesi asinkronus akan direkam dan dijadikan salah satu acuan untuk pemberian hak narasumber.

    Sesi asinkronus adalah sesi dimana calon instruktur melakukan kegiatan pembelajaran dan mengerjakan tugas secara mandiri di Learning Management System. Sesi asinkronus ini biasanya dilakukan setiap harinya setelah sesi sinkronus selesai.

    Apabila sesi sinkronus tidak bisa dilaksanakan pada jadwal yang sudah ditentukan, narasumber dan peserta diperbolehkan untuk membuat penjadwalan ulang berdasarkan kesepakatan antara narasumber, peserta, dan admin Learning Management System. Adapun penjadwalan ulang hanya bisa dilakukan di hari yang sama dengan jadwal yang sudah ditentukan. Narasumber dan peserta hanya diperbolehkan mengganti jam sesi sinkronus, bukan hari.

    Pihak-pihak yang terlibat atau hadir pada sesi sinkronus meliputi:

    • Narasumber sebagai fasilitator.
    • Calon instruktur sebagai peserta.
    • dan Admin Learning Management System sebagai pendamping.

    Sesi sinkronus pada bimtek calon instruktur biasanya dijadwalkan setiap pagi hari dengan rentang waktu dari pukul 8:00 - 12:00 WIB. Sedangkan, khusus untuk hari Jumat, sesi sinkronus dimulai pada pukul 7:30 - 11:30 WIB.

    Pada bimtek calon instruktur, sesi sinkronus adalah sesi dimana narasumber dan peserta melakukan kegiatan pelatihan dalam ruang meeting virtual (google meet) yang sudah disediakan di Learning Management System.

    Narasumber akan mendapatkan surat keterangan telah melaksanakan tugas sebagai narasumber pada bimtek calon instruktur.

    5% bagi yg tdk punya golongan, gol II, dan III. 15% bagi Gol. IV dan jabatan Direktur ke atas di perusahaan.

    Biasanya pencairan honor dilakukan 2 tahap. Yang pertama pencairan honor sinkronus dan selanjutnya pencairan honor asinkornus. Honor akan dibayarkan sesuai dengan data yang didapat dari Learning Management System dan SIMPKB, sesuai dengan SBU, dan sesuai dengan yang tercantum di RKAKL.

    Honor akan segera dibayarkan apabila proses verifikasi terhadap absensi, biodata, surat tugas, jumlah total JP, bukti rekaman di Learning Management System/SIMPKB dan nomor rekening narasumber sudah selesai.

    Pencairan honor bimtek dilakukan oleh bendahara dari masing-masing penanggungjawab. Bagi narasumber kelas Kepala/Pengawas Sekolah, pencairan honor dilakukan oleh tim keuangan PPPGTK. Bagi narasumber kelas guru, pencairan honor dilakukan oleh penanggung jawab berdasarkan jenjang kelas yang diampu narasumber. GTK PAUD untuk jenjang PAUD, DIKDAS untuk SD dan SMP, dan DIMKENDIKSUS untuk SMA dan SLB.

    Jika pengguna akun SIMPKB lupa password, pengguna dapat minta ke admin SIMPKB di dinas masing-masing. Jika pengguna berasal dari P4TK/balai/upt pusat bisa minta resetkan di operator SIMPKB pada satker masing masing. Jika pengguna berasal dari umum, dapat menggunakan email untuk langsung reset password di laman gtk.belajar.kemdikbud.go.id pada login akun admin/personal, klik lupa kata sandi, kemudian masukan email yg digunakan untuk login SIMPKB.

    Panitia akan meminta informasi kepada narasumber yang meliputi: nama lengkap, nomor telepon seluler,email aktif, tempat dan tanggal lahir Langkah selanjutnya, panitia akan meneruskan data/informasi tersebut kepada tim SIMPKB. Setelah akun SIMPKB dibuat, narasumber akan mendapatkan username dan password yang bisa digunakan untuk mengakses Learning Management System.

    Narasumber perlu memiliki akun SIMPKB untuk pengkelasan bimtek dan akses narasumber ke Learning Management System.

    Narasumber dapat melihat di SIMPKB, di dasboard sudah muncul Time Spent-nya, bisa di lihat secara berkala kapan saja.

    Time Spent adalah waktu yang digunakan nara sumber dalam melakukan aktivitas pendampingan dalam kelas secara asinkronus, semua aktivitas nara sumber dicatat dan di simpan dalam sistem, waktu ini lah yang dijadikan patokan seorang nara sumber bertugas di sesi asinkronus.

    Narasumber bisa menginformasikannya ke panitia dengan memberikan bukti yang valid. Kemudian, panitia akan mengkoordinasikan dengan tim Learning Management System, tim SIMPKB untuk mencari pengganti dan kelas kelas akan diampu atau diteruskan oleh narasumber lain.

    Tutorial dalam bentuk video masih dalam proses pengembangan oleh tim Learning Management System.

    Fasilitator (narasumber atau instruktur) dan peserta akan didampingi admin Learning Management System yang akan siap sedia menjawab pertanyaan terkait teknis pengoperasian Learning Management System selama bimtek atau pelatihan berlangsung.

    Learning Management System atau LMS merupakan platform belajar daring yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran pada bimtek calon instruktur dan Pelatihan Komite Pembelajaran. Fasilitator (narasumber atau instruktur) dan peserta akan diberikan akses ke Learning Management System untuk kemudian terlibat pada kegiatan pembelajaran yang sudah dirancang sesuai dengan perannya masing-masing.

    Materi pelatihan bisa diakses melalui Learning Management System. Modul dan cacahan materinya biasanya dibagikan kepada narasumber saat penyamaan persepsi.

    Bimtek dilaksanakan selama 10 hari dengan total jam pelajaran 74 JP. Detail kegiatan bimtek bisa dilihat pada tautan berikut: bit.ly/JadwalBimtekCI

    Kelas bimtek calon instruktur dibagi menjadi dua kelas: kelas guru dan kelas kepala sekolah/pengawas/wakil kepala sekolah bidang kurikulum.

    Calon instruktur meliputi berbagai unsur seperti guru, kepala sekolah, dosen, widyaiswara, praktisi pendidikan.

    Calon instruktur direkomendasikan oleh UPT GTK.